Mengharukan! janda tuna netra ini rawat bocah tuna wicara selama 20 tahun

Posted on

Hubungan antara orangtua dan anak memiliki ikatan yang erat. Ikatan emosi, kasih sayang dan perasaan-perasaan lain yang membuat jalinan psikologis antar orangtua dan anak terjalin erat. Jika sesuatu terjadi pada anaknya, tentu orangtua akan ikut merasakan kesedihan.

Banyak sekali orangtua yang bersyukur saat mereka memiliki buah hati dan bisa merawatnya hingga besar. Tapi, tak sedikit juga orangtua yang merasa tidak beruntung memiliki buah hati hingga biasanya terjadilah aborsi yang dikehendaki.

Ada juga orangtua yang tega membuang anaknya dan menelantarkannya hingga mereka benar-benar tidak peduli. Jika direnungkan, itu memang adalah hal keji dan terjahat yang pernah orangtua laukan pada anaknya.

Dikutip dari Viral4Real, Kamis (22/2), seorang wanita di China bernama Ping, seorang janda yang ditinggalkan suaminya meninggal mengalami kebutaan akibat ia terus menerus menangis dan mengkibatkan matanya seketika tidak bisa melihat. Ping yang tinggal seorang diri harus menafkahi hidupnya meski ia buta.

Saat Ping berjalan mengitari sebuah jalan dengan kanan kiri dipenuhi kebun, ia tiba-tiba menabrak seorang anak kecil yang menangis, suaranya seperti anak perempuan yang mencari pertolongan orangtuanya.

Saat Ping mencoba berteriak dan bersuara siapa yang mencari anak tersebut, tidak ada satu pun orang yang menyahut. Akhirnya Ping mencoba pulang ke rumah dan membawa anak tersebut, karena Ping miskin ia tidak memiliki pakaian yang bisa diberikan ke anak itu.

Ia meraba semua tubuh anak itu dan menemukan secarik kertas yang berisikan, bahwa anak ini sengaja dibuang karena membuat malu orangtuanya, anak ini mengalami kelainan yaitu bisu. Pantas saja Ping mengajak anak ini berbicara dan anak tersebut hanya diam. Ping pun memberikan baju yang layak saat ia membawa anak yang ia beri nama Jie ini ke tukang jahit.

Seiring berjalannya waktu, memasuki usia 10 tahun, Ping akhirnya sekarang menjadi ibu dari Jie. Ia menyekolahkan Jie dan Jie pun mendapat prestasi yang baik walaupun ia seorang anak tuna wicara.

Hingga akhirnya tiba, di usia 20 tahun Jie harus meninggalkan Ping karena untuk menjalankan pendidikan selanjutnya ke Shanghai. Ping merasa sedih, sebab Jie tak kunjung pulang setelah ia pamit pergi untuk kuliah.

Saat waktunya tiba, datanglah seorang anak perempuan yang memanggilnya dengan sebutan ‘Ibu’ dan untuk pertama kalinya Ping mendengar suara itu yang sangat asing. Saat anak itu berbicara, ia menyebutkan bahwa namanya adalah Jie.

Jie besar sudah bisa berbicara, ia menjalani operasi dan pengobatan tempat ia menuntut ilmu dan sekarang ia sudah bisa membuktikan ke Ping, Ping adalah ibu yang sangat berjasa baginya hingga kapanpun.

Sumber : brilio