Ternyata, Orangutan Tapanuli Menyukai Jenis Buah Ini : Mongabay.co.id

Posted on

Orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis), spesies baru orangutan yang habitatnya berada di ekosistem Batang Toru, Sumatera Utara, ternyata menyukai buah ficus yang berada di kawasan hutan tersebut. Ficus merupakan satu dari seribu jenis pohon dan flora yang telah teridentifikasi di sana.

Eka Siswiyati, analis ficus dari Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), menuturkan hasil penelitiannya tentang buah ficus yang tumbuh di Batang Toru itu. Hutan yang juga disebut Hutan Tapanuli ini berada di tiga kabupaten yaitu Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara, yang luasnya sekitar 142 ribu hektar.

“Ada beberapa jenis ficus yang dikonsumsi orangutan tapanuli. Saya menyaksikan satwa terancam punah ini begitu lahap memakannya. Walaupun, ficus bukan buah idola orangutan tapanuli ini,” jelasnya belum lama ini.

Ficus parietalis yang ditemukan tumbuh di ekosistem Batang Toru. Foto: Eka Siswiyati

Eka menjelaskan, berdasarkan pantauannya, ficus yang banyak dimakan adalah jenis Ficus konsaciata. Ada juga, Ficus pariatalis yang dimakan monyet ekor panjang, buahnya lebat dan berdaging. Menurut dia, masyarakat yang berada di sekitar hutan bisa juga memanfaatkan ficus untuk ramuan obatan. Daunnya, ada yang bisa dijadikan lalapan.

“Di hutan ini juga ditemukan jenis Ficus benjamina. Secara keseluruhan, banyaknya ficus akan membuat satwa terpenuhi pakannya.”

Eka menyatakan, ada sembilan lokasi yang disurvei selama penelitian dua tahun di Batang Toru. Dari lokasi itu, ada 78 jenis ficus yang 40 jenisnya sudah diidentifikasi. Di Sumatera sendiri, terdapat 102 jenis ficus, yang lima jenis sudah dibudidayakan. “Ficus ini mudah tumbuh. Saya pernah menemukannya di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut di Dolok Saut, Kabupaten Tapanuli Utara.”

Ini adalah Ficus fistulsa. Ditemukan di banyak tempat, termasuk juga di ekosistem Batang Toru. Foto: Ayat S Karokaro/Mongabay Indonesia

Yang menarik dari penelitian Eka adalah ditemukannya satu jenis Ficus lowii. Berdasarkan buku acuan identifikasi Flora Malesia (2005), ficus ini hanya ada di Semenanjung Malaysia. Ternyata, ditemukan di Batang Toru. Dari hasil diskusi sejumlah pakar jenis ini merupakan catatan pertama.

“Kita harus menjaga ficus tetap ada, dengan cara tidak merusak habitatnya. Pastinya, Hutan Batang Toru merupakan habitat terakhir orangutan tapanuli, yang secara genetik terpisah dari orangutan sumatera dan orangutan kalimantan,” jelasnya.

Eka Siswiyati, analis ficus dari Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), menunjukkan buah ficus. Foto: Ayat S Karokaro/Mongabay Indonesia

Ficus merupakan tumbuhan dalam keluarga Moraceae yang memiliki keanekaragaman jenis tinggi. Sebagian besar genus ini berbuah sepanjang tahun alias tidak mengikuti musim, sehingga menjadi penyuplai pakan untuk hewan frugivora.

Ronsted et al. (2007) menyatakan, ficus memiliki sekitar 750 jenis yang tersebar di daerah tropis dan subtropis. Sastrapradja & Afriastini (1984) menyebutkan, diduga yang menjadi pusat penyebaran jenis-jenis ini adalah Indo-Malesia, mencakup Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua New Guinea, Brunei, dan Singapura.

Wirdateti dan Dahrudin (2008) menyatakan, selain sebagai sumber pakan, ficus juga merupakan habitat bagi satwa liar seperti burung, serangga, reptil dan mamalia. SedangkanUlum (2009) menyebutkan, ficus memiliki kemampuan tinggi menyerap karbondioksida dan timbal di udara.

Selain bermanfaat secara ekologis, ficus juga digunakan sebagai bahan obat tradisional.Pada ficus juga, terjadi hubungan saling menguntungkan dengan berbagai hewan liar, sehingga terbentuk jalinan ekologi yang harmonis.

Ekosistem Batang Toru. Sumber peta: Batangtoru.org